Buka Mulutnya…. Aaaa….

Terkadang… kita takut berkata baik, takut mengingatkan ,takut mengajak pada kebajikan,
enggan berbicara mengenai hal-hal yang berbau agama,

alasannya…

kita tidak cukup baik,; belum seperti yang kita omongkan,; berat..,; “dosa” euy klo gak dilakuin..atau bahkan ada yang malu dicengceng-in
“sok iye lu,,” “super sekali”..dll
    lalu kita tutup rapat2 mulut kita,

memang sesuai dengan hadist…..
Dari ia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata.

Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang dia tidak tahu apakah itu baik atau buruk,ternyata menggelincirkannya ke dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat”.

DAN….
Imam An-Nawawi Rahimahullah menjelaskan,

Ketahuilah, bahwasanya seyogyanya bagi setiap mukallaf (muslim baaligh) hendaklah ia menjaga lisannya dari seluruh ucapan kecuali ucapan yang ada maslahat (manfaat) padanya.Apabila berbicara atau diam sama maslahatnya, maka yang sesuai sunnah adalah memilih diam.

Karena terkadang ucapan yang mubah dapat menyeret kepada yang haram atau makruh, bahkan galibnya inilah yang terjadi, dan keselamatan tidak ada yang bisa menyamai harganya”.

tapi bagaimana pandangan kita dengan apa yang sering keluar dari mulut kita tentang ini ;

  • lancarnya lelucon tentang orang lain yang mungkin tidak selucu yang dirasakan objek penderita.
  • mudahnya kita melakukan gibah padahal kita belum tentu benar,
  • ringannya celaan kita pada org lain, dan semakin dekat org itu dengan kita semakin ringan terasa.
  • kata kasar yang diucapkan baik sadar ataupun tidak sadar

tidak kah kita seharusnya “lebih” malu, takut, khawatir…yang mana yang lebih dosa sebenarnya,,mari MERENUNG (biar keren, dahi dikerutkan, alis disempitkan, mata disipitkan, tangan mengepal di depan mulut )

Mari saling mengingatkan..
apabila takut salah,
biarkanlah., dan itulah fungsi istigfar di setiap akhir shalatmu (tak hanya di akhir shalat juga sih)terkecuali kita tidak mengetahui secara benar apa yang kita sampaikan
tapi bukankah ini dorongan untuk mencari tahu..
bila (lagi) keliru,,kecenderungan dikritik dan diperbaiki akan selalu ada.
dan setiap perbaikan adalah hal yang baik, lebih baik dari harga diri yang kita rasa terjatuhkan karena salah.
dan apabila kita tidak yakin, kita sudah seperti apa yang kita katakan..
toh yang benar akan tetap benar siapapun yang mengatakan.

ini bukan tentang kita dan sudut pandang orang tentang kita,
ini tentang tersampaikannya ayatNya dan semua RahmatNya ke semua UmatNya..

Mudah diucapkan, tapi sulit dipraktekan..
kita bisa mengambil konsep perkataan adalah doa (walau sy belum menemukan hadits shahihny).
tapi setidaknya dengan konsep diri itu, bila kita “belum” sesuai dengan apa yang kita sampaikan,maka ridhoNya lah yang akan menunjukan caranya,,,

“……………………………………………………………”

ah entahlah..
jangan2..
kita ragu untuk surga yang kita bilang adalah tujuan kita,
atau ridhoNya yang selalu kita ucapkan dalam doa hanyalah formalitas doa..
dunia terasa berbalik..
kita buka mulut kita untuk apa yang seharusnya kita simpan, , dan kita tutup untuk yang disarankan kita sampaikan

marilah berbagi ilmu ., berbagi kebaikan kepada sahabat2 kita..
tak perlu takut kebanyakan amal…
dan..
tentu kita ingat dengan keyword spesies ini

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi SAW bersabda,
Sampaikanlah dariku walau hanya 1 ayat….“(H.R. Bukhari)

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s