Family Come First

Salam..

Kawan,,

Pernah mungkin kawan merasakan hal ini..

Saat perhatian dan kita tertuju pada orang lain, sahabat kita, idola kita, bakal calon pendamping hidup kita, hobi kita ataupun pekerjaan kita.ckckc…anak muda.

Saat kekhawatiran kita berpuncak pada beliau-beliau yang datang di seperempat masa hidup kita..

Khawatir akan kesehatan mereka, khawatir akan ke beradaaan mereka di malam hari,khawatir kita melakukan kesalahan dan menyakiti sahabat kita,khawatir akan kesedihan mereka dan ingin memberikan apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi solusi bagi mereka.

Heuup…Stop sejenak,,..untuk beberapa menit,,

dan ingatlah MEREKA

 sosok yang telah menaruhkan perhatiannya pada kita sejak kita kecil, mereka setiap malam khawatir kita tidak menemukan jatidiri terbaik kita, mereka yang rela tak makan enak asal kita mendapatkan fasilitas terbaik untuk menunjang masa muda nya, mereka yang khawatir saat tidak ada makanan enak di rumah, mereka yang khawatir saat kita tidak bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas karena ketidakmampuan ekonomi mereka, mereka yang khawatir sepatu kita tidak cukup bagus untuk acara resmi yang akan kita ikuti, mereka yang khawatir jikalau mereka tidak cukup membanggakan untuk diperkenalkan pada sahabat-sahabat kita, mereka yang menangis di setiap akhir shalat mereka karena penyelasan mereka tidak bisa memberikan yang terbaik bagi kita..

MEREKA …. Ayah Ibu kita….

Tak perlu diragukan lagi Kasih Sayang Ibu sepanjang hayat, Surga di telapak Kaki Ibu, Betapa banyaknya lagu-lagu indah di seluruh dunia yang mendendangkan lantunan jasa dan pengorbanan seorang ibu,,

Betapa seringnya Rasullallah SAW mengingatkan kita

dengan dakwah-dakwah beliau mengenai seorang ibu.

dan Ayah kita, meminjam kata dari sebuah tayangan televisi,

bahwa tidak ada Ayah yang Sempurna,tapi mereka MenCintai kita Dengan Sempurna.

Apabila kita bingung menemukan tujuan atau cita-cita kita

temukanlah pada kebahagian kedua orang tua kita. Saat kita “belum” bisa membanggakan mereka,

setidaknya lakukanlah apa yang membuat mereka senang,

pakailah pakaian kemeja kotak-kotak karena rapi dan sopan adalah lebih menyenangkan dilihat oleh ibumu walaupun kaos ketat dan celana bolong-bolong adalah favoritmu,

Makanlah tempe gosong dengan lahap yang ibumu masakan karena lelahnya membersihkan rumahmu hingga beliau lupa akan waktu matangnya,

  • Pakailah sepatu yang coraknya tidak kamu sukai pemberian ayahmu,walaupun mungkin modelnya ketinggalan zaman,
  • Pijatlah punggung mereka saat mereka tanpa maksud tertentu mengatakan lelahnya padamu,
  • Seduhkanlah teh hangat untuk ayahmu yang harus begadang untuk menyelesaikan pekerjaannya agar anak dan istrinya bisa makan setiap harinya walaupun kantung matanya menunjukan kelelahan tak terkira,
  • Tertawalah akan candanya yang garing yang bahkan mungkin membuatmu lupa akan makna lucu itu sendiri,
  • Tersenyumlah setiap pagimu di depan mereka untuk mencerahkan hari mereka walau pada hari itu ibumu lupa membangunkanmu untuk belajar uts di siang harinya,
  • Janganlah balas panggilan telepon ayahmu dengan ketus, setiap dia bertanya “sudah sampai mana?” “Pulang kapan?”
  • hanya karena kau sedang asik dengan teman-temanmu.Terimalah dengan lapang dada kritikan mereka yang terkadang salah sekalipun.,
  • Kerjakanlah Tugas Akhirmu dengan Semangat Membara walaupun segala ketidaknyamanan dan ketidaksesuaian menghampirimu karena kelulusan yang baik adalah harapan besar mereka,

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23)

tak perlu kau khawatirkan seberapa besar yang kau berikan bagi mereka

karena sering kali hal kecil dan sederhana lah yang sering kita lupakan,

dan terkadang….

kesederhanaan tersebut yang menjadikan sebuah keluarga jadi lebih bermakna.

dan yang tak pernah luntur,

adalah Doa…sertakanlah mereka dalam setiap doa mu

saat perbuatan kita tak bisa langsung membahagiakan mereka..

biarkan KuasaNya yang menerjemahkannya…

Remember my beloved friend…

Family Come First,,,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s