Nulis?

Kenapa kita menulis, karena penasaran saya googling dengan yahoo untuk mencari alasan alasan orang-orang menulis., blogger, penulis terkenal.

Banyak diantaranya menulis karena hobi, sekedar diary, dan adapun menulis karena “misi”. Misi bermanfaat untuk orang lain, dan berbagi ilmu. Mulia sekali bukan (tiba-tiba ada cahaya dari langit).

Untuk saya pribadi menulis ini sebagai media pengingat, ya pengingat secara literal. Nah, tinggal bagaimana caranya agar fungsi untuk personal ini, enak dibaca dan bermanfaat juga untuk orang lain, terus orang lain melakukan hal yang sama, lalu dilakukan oleh pembacanya, dan terus oleh downline-downline nya (serasa Dejavu bisnis apa gitu).

Dan bagi umat muslim tentu saja pernah mendengar Hadits Bukhari mengenai ” amal yang baik adalah amal yang terus berkelanjutan”.

Baiklah kita lihat pa George Orwell bilang apa tentang alasan orang menulis :
(i) Sheer egoism. Keinginan untuk terlihat pintar, untuk dibicarakan (lurusin-lurusin niat), untuk tetap diingat setelah meninggal (keren nih, jadi abis nulis post langsung loncat dari gedung, sambil teriak “saya udah nulis blog”lalu mati#LebaiIKnow).
(ii) Aesthetic enthusiasm. Pandangan tentang indahnya dunia.
Tipe ini biasanya menjadikan setiap kejadian kecil dan sederhana menjadi  lebih bermakna, dan terkadang mengubahnya dalam bentuk puisi atau cerita pendek berhikmah.
(iii) Historical impulse. Keinginan untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, untuk mengetahui fakta-fakta yang benar dan menyimpannya untuk penggunaan generasi-generasi selanjutnya.
Saya rasa diary pun salah satu bentuk penggunaan hasrat yang satu ini.
(iv) Political purpose. Menggunakan ‘politik’ dalam arti seluas mungkin. Keinginan untuk mendorong dunia ke arah tertentu, untuk mengubah ide orang lain dalam masyarakat bahwa mereka menjadi bentuk masyarakat tertentu.
Kedengerannya ngeri, tapi tidak begitu kalau kita melihat contoh blog teman saya satu ini
Rahyang, yang perannya sebagai relawan “hijau”, yang mengajak pembacanya hidup dalam green lifestyle.,way to go my friend.

Secara teori sedikitnya seperti itu,.
Sarana menyalurkan bakat, dan memang membuat saya merasa kita bisa berguna untuk orang lain. Menulis itu saya rasa fun, bayangkan teman-teman, saat kita bersenang-senang kita tetap bisa membuat orang lain minimalnya senang dengan apa yang mereka baca. Bekerja untuk orang lain dengan cara membahagiakan diri sendiri, I dont know what I’m writing but its seem WOW. dan saya rasa menulis (setidaknya dalam blog), melewati batas EYD atau formalitas penulisan baku, you can write in the way you want, asal jangan GeDe KEciL gEDe KeCil, dan
p3nuliz@n yang sulit dib@c@ . Bukan juga bisa atau tidak bisa, jago atau tidak jago, “tulis saja dulu sana”, ntar juga terbiasa (kata saya yang baru menulis seumur jagung :b). Have fun with yourself, have fun with writing.

Salim A. Fillah dalam blog fifin-nugroho ——
” Menulis itu berkah. Dengan menulis saya bisa menyapa ribuan manusia; tak sekadar sapa, tapi sapaan dakwah. Dengan menulis saya merekam jejak-jejak pemahaman saya; mengikat ilmu, lalu melihatnya kembali untuk sesekali menertawakannya.”

Sesuai dengan strategi untuk memperbanyak teman blog  :b, muncul pertanyaan…

Bagaimana dengan anda, why do you write ? or why not ?

Advertisements

2 thoughts on “Nulis?

  1. Bagi saya, menulis adalah hiburan paling murah. Sekedar berbagi dengan orang lain. Sekedar melihat apa yang dirasakan orang dengan pandangan kita. Dengan atau tanpa meninggalkan jejak. Dan saya menyampaikan lewat sajak 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s