Lupa itu Tidak Ingat

  Merasa selalu lupa lokasi barang, remote tv, handphone ? Sering lupa harus ngapain karena teralihkan oleh kegiatan lain yang tidak berhubungan Reminder dimana-mana, di depan kaca, di papan tulis, di handphone, dan di laptop. Bahkan saya pernah mengendarai motor dan lupa memakai helm, dan baru sadar 5 menit perjalanan,.. “Ini perasaan saya aja, kok dingin ya…lah helm ketinggalan.”
atau bahkan anda juga terkadang melakukan hal yang saya menyebutnya “lupa-kebalikan”, misal “Sudah menjadi kebiasaan anda setiap maghrib menyalakan lampu rumah, akan tetapi kali ini orang tua kalian yang menyalakannya, alih-alih kalian melakukan kebiasaan kalian, kalian malah mematikan lampu tersebut, dan beberapa detik kemudian baru berkata “eh”.
Then
, welcome to the club.
Tenang, jangan terburu-buru menganggap kita kena
Alzheimer, banyak faktor yang menyebabkan kita memiliki kecenderungan melupakan hal-hal. Lupa pada usia muda misalnya, biasanya disebabkan karena kurang konsentrasi, terlalu lelah, mengalami gangguan jiwa seperti depresi dan cemas, kurang tidur atau mengalami gangguan pemusatan perhatian. (lihat sumber lain).
Faktor usia merupakan salah satu alasan utama dari penurunan daya ingat kita, yang biasa kita sebut pikun atau demensia. Bukan hanya faktor umur saja yang menentukan, tetapi ternyata faktor kelamin pun menjadi penentu dari kecenderungan ingatan ini. Berikut kutipan artikel yang diambil dari kompas.com yang menyatakan bahwa
Pria Lebih Beresiko Pelupa . 

“Dr R.O. Roberts, peneliti utama yang juga anggota American Academy of Neurology, menjelaskan riset in melibatkan sebanyak 1.450 individu berusia 70-89 tahun. Peserta diamati selama tiga tahun untuk memberikan hasil diagnosa yang akurat.  Pada akhir periode pengujian, diketahui bahwa sebanyak 296 peserta mengalami gangguan kognitif ringan (MCI). Angka kejadian kasus ini menunjukkan peningkatan pada kelompok pria yakni 72 dari 1.000 orang. Sedangkan wanita sekitar 57 dari 1.000 orang.
Temuan lain yang menarik dari penelitian ini adalah ada perbedaan besar antara pria dan wanita usia 70-74 tahun terkait perkembangan MCI. Tetapi di kelompok usia yang lebih tua, (85-89 tahun) perbedaan dalam kasus MCI praktis tidak ada.”

Walaupun begitu lupa bukan berarti tidak bisa dicegah (diperlambat), banyak cara sederhana untuk meningkatkan daya ingat, contoh-contohnya antara lain :

1. Makan makanan bernutrisi.
   Menurut peneliti, makanan kaya kolin dapat membantu melindungi otak dari efek penuaan. Nutrisi yang termasuk dalam kelompok vitamin B ini banyak ditemukan dalam makanan seperti ayam, telur, ikan laut serta kacang-kacangan. Para peneliti di Boston University menemukan, orang yang mendapatkan banyak asupan kolin dalam diet mereka cenderung mempunyai memori yang baik dan lebih kecil risikonya mengalami demensia.

2.  Latihlah otak kita, coba bermain TTS atau game asah otak lainnya.
Latihan yang dapat anda lakukan bisa dengan cara selalu mengingat singkatan LUPA (Lakukan, Ulangi, Perhatikan dan Asosiasi). Jika anda melakukan sesuatu berulang, maka akan sulit lupa. Jika anda memperhatikan sesuatu dengan baik dan daya konsentrasi penuh juga akan sulit lupa.
Terakhir, anda bisa mengasosiasikan sesuatu dengan benda atau hal yang anda ingin ingat, biasanya ini membantu. Misalnya “Budi adalah seorang laki-laki yang usianya 30 tahunan dan sering memakai kemeja lengang panjang yang digulung kalau bertemu” 
SUMBER

3.  Jalan kaki
Ada penelitian yang dilakukan psikolog Universitas Pittsburgh, Pennsylvania, AS. Pengamatan dilakukan terhadap 120 orang dewasa yang diminta menghabiskan waktu setidaknya berjalan kaki 30-45 menit per tiga kali dalam sepekan. Tim psikolog lalu mengamatinya selama setahun. Untuk menguatkan pengamatan, wilayah-wilayah otak para partisipan juga dipindai MRI. Di akhir penelitian, tim menemukan pertumbuhan tingkat memori hingga 2%.

4. dan tentu saja istirahat yang cukup



   Berdasarkan pengalaman kami pribadi, kebiasaan menyepelekan atau meremehkan sesuatu pun bisa meningkatkan kecenderungan untuk lupa. Karena membiarkan kita secara ringan tidak memikirkan hal-hal tertentu (terlepas apakah itu prioritas atau bukan), hal itu menyebabkan konsentrasi kita berkurang, dan kita cenderung lengah. Kelengahan pikiran itu yang bila dijadikan kebiasaan, akan membuat semua asupan informasi ke otak kita just passing by. Kita melewatkan banyak hal dan hanya mengingat memori-memori yang tidak penting.



Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s