10 Menit sebelum Shaum pertama

Innalillahi wa innalillahi rajiun..
Pak Sumardi namanya, Kami tidak mengenal beliau, tapi beliau adalah pelanggan setia, jamaah mesjid di kota kami.  Banyak orang yang menyimpan pengharapan untuk bertemu dengan Bulan Ramadhan, dan bersemangat untuk memulai shaum pertamanya. Baik karena alasan berkah yang ada di dalamnya, suasana yang ditimbulkan, ataupun alasan lainnya. Tapi kesempatan itu tak lagi beliau bisa singgahi.
Beliau berpulang pukul 04.29 hanya 10 menit sebelum Adzan Shubuh dikumandang (waktu Cimahi dan sekitarnya). Hanya tinggal 10 menit lagi. Waktu yang biasa kita leha-lehakan., yang biasa kita sepelekan.,
kematian1
   Di sini kematian mempunyai peran, Pak Sumardi mempunyai peran penting dalam hidup. Seorang Guru pernah bercerita kepada kami, secerdas-cerdasnya orang dalam mendengar kematian, adalah dengan menyadari bahwa kematian itu dekat, mungkin lebih dekat dibandingkan cuping telinga kita.
“Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”(Al A’raf : 34 ).
Semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisiNya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan selalu terikat pada memori baik serta pelajaran hidup beliau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s