Narasi “kemaren sore” tentang Idealisme

Alhamdulillah, setelah berhenti sekian lama. posting Lagi!! Selamat pagi semua!
_________________________________

Seorang Tua    : Nak, idealisme tidak akan membawa kamu sukses, cuma mempersulit hidup kamu,,
Seorang Muda :  Sukses seperti apa yang mas definisikan? kalau saya bisa tetap pada apa yang saya yakini, dan bisa  seperti yang bisa mas definisikan, mas mau gimana. #KemudianHening

   Tak usah pedulikan dialog di atas. Ada yang menarik dari manusia. Betapa manusia bisa sangat berbeda satu sama lain, fakta yang lumrah, tapi secara tidak sadar sering dinafikan. Sifat-sifat/paham/idealisme yang bertolak belakang antar manusia, baik di suatu komunitas ataupun masyarakat umum adalah biasa, sudah sunatullah. Akan tetapi, hebatnya (dan sombongnya idealisme), umumnya kita menyamaratakan paham kita menjadi kebenaran umum.
Maka, kami terAduh untuk menulis, dari kenaifan sendiri, sebenernya. Kita ambil sedikit contohnya.

   Begini ceritanya, untuk mahasiswa2, agustus-september kemarin, mayoritas sedang disibukan dalam heregristrasi semester baru, dan salah satu bagiannya adalah pemilihan mata kuliah. Nah, milih mata kuliah ini yang katanya bikin galau. Kami contohkan di kampus kami, biologi. Kami termasuk tipe “Seusai minat”, yang pengguna paham “kalau minatnya di Ekologi, ya ambil mata kuliah ekologi, jangan ngambil matakuliah lain hanya karena gampang dapat nilainya  A.”. Bagi kami yang tipe “sesuai nilai” itu, terlihat picik, Tapi bagi tipe “sesuai nilai”, kami terlihat naif. Paham inilah yang kami titipkan ke adik-adik angkatan yang meminta saran pemilihan mata kuliah. Paham “sesuai minat” kami anggap paling benar, walaubagaimanapun kami berhasil atau tidak (dalam standar akademis) dengan paham itu, kami tetap yakin itu yang paling benar.  Bergeser sedikit >>>>> kami melihat seorang kakak angkat melakukan hal yang sama, memberi saran kepada adik angkat.
Saran yang sedikit membuat kaget, kurang lebih seperti ini

“Ya cari Matkul Pilihan yang gampang nilai, yang gak usah banyak mikir. Ya nanti juga pas kerja, gak diliat Mata kuliahnya kok, yang dilihat IPK nya.”

Dalam hati kami langsung bereaksi : What the?! .. Saran macam mana pula.

  Kami mencoba mawas diri. Faktanya si pemberi saran, pengalaman kerja (setelah lulus) lebih banyak dari kami. Kami mencoba melihat dari sudut pandang beliau. Bila beliau ingin cepat lulus, cepat bekerja. Bila itu arti sukses baginy, tidak masalah, kita harus menghargai. Tidak melanggar norma, aturan, dll. Apalagi dengan cara beliau bisa jadi cara yang paling efektif untuk mempercepat, memperbanyak akademisi muda, yang mempunyai waktu lebih banyak untuk melanjutkan kuliah dan menjadikan tingkat pendidikan Indonesia lebih baik.

Ada beberapa fakta yang kami sadari saat itu :
1. People can be super different , which is interesting
2. Seyakin apapun, kita tidak pernah selalu benar, so
3. Kebenaran dari pandangan manusia itu tidak mutlak, so don’t stop learning >> education makes a better/wider perspective.

___________________________________________________________________________________________________

  Banyak pertanyaan yang muncul, apa itu idealisme? Plato bilang “idealism is the world within ourself” (wikipedia pisan). Bukan mencari benar atau salah.  Timbul pertanyaan, apakah orang yang mengejar materi, dengan artian bahwa uang itu penting adalah realisme, bukan idealisme, toh itu adalah sesuatu yang dia sangat percaya? Apakah ada syarat khusus sesuatu dikatakan ideal, adakah standar khusus, terkait pada norma khusus? Apakah idealisme memerlukan persetujuan khalayak/komunitas?
Yang saya yakin bahwa idealisme, apapun definisinya,

This is what makes people keep on going,  tidak peduli ada yang tidak setuju, menjadi minoritas, no matter what. Those who already found one, usually become stronger than ever.

Idealism is a no stopping Shinkansen.

Everyone has their own idealism, please respect it.

Wallahualam, kebenaran datangnya dari Allah SWT semata.


kami tidak berbicara tentang agama, karena agama bukan idealisme.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s